Pengertian Tari, Fungsi, Unsur dan Jenis-Jenis Tari

seni tari

Pengertian Tari merupakan suatu gerakan yang berirama, dilakukan di suatu tempat dan waktu tertentu untuk mengekpresikan suatu perasaan dan menyampaikan pesan dari seseorang maupun kelompok.

Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan tari-tarian. Keberadaan tari di Indonesia sangat terkait dengan perkembangan kehidupan masyarakat, baik ditinjau dari struktur etnik maupun dalam lingkup Negara kesatuan. Perkembangan tari di Indonesia tidak terlepas dari latar belakang keberadaan masyarakat Indonesia di masa lalu. Menurut Soedarsono (1972), periodisasi tari Indonesia secara umum dibagi menjadi tiga, yaitu zaman masyarakat primitif (tari primitif), zaman masyarakat feodal, dan zaman masyarakat modern (Kusnadi, 2009: 13).

Pada kesempatan ini kita akan mengenal pengertian tari, fungsi tari serta elemen atau unsur – unsur didalam seni tari.

1. Pengertian Tari Menurut Para Ahli

Para ahli telah mendefiniskan pengertian tari dari beberapa sudu pandangnya masing-masing. Berikut ini beberapa pengertian tari menurut para ahli :

  • Menurut Bagong Suditotari adalah suatu seni yang berupa gerak ritmis yang menjadi alat ekspresi manusia. 
  • Menurut Drs. I Gede Ardika, pengertian tari adalah sesuatu yang dapat menyatukan banyak hal hingga semua orang bisa menyesuaikan diri atau menyelaraskan geraknya menurut caranya masing-masing. 
  • Menurut M. Jazulitari adalah gerak-gerak tubuh yang selaras dan seirama dengan bunyi musik yang dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud dan tujuan tertentu. 
  • Menurut S. Humardanitari adalah ungkapan ekspresif dalam bentuk gerak yang ritmis dan indah. 
  • Menurut Soedarsonotari adalah ekspresi jiwa manusia dalsm gerak-gerak yang indah dan ritmis. 
  • Menurut Soeryodiningrat, tari adalah gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari. 
  • Menurut Suadarsa Pringgo Brototari adalah ketentuan bentuk-bentuk gerakan tubuh dan ruang. 
  • Menurut Suryotari adalah ekspresi subyektif yang diwujudkan dalam bentuk obyektif.
  • Menurut Aristoteles : tari merupakan Gerakan ritmis yang menghadirkan suatu karakter manusia saat mereka bertindak

2. Fungsi Tari

Seni pertunjukan pada umumnya memiliki fungsi-fungsi religius, peneguhan integrasi sosial, edukatif, dan hiburan. Yang berubah dari zaman ke zaman adalah penekanan pada fungsi-fungsi tertentu maupun bentuk-bentuk pernyataannya. Kadang-kadang muncul fungsi baru yang sebelumnya tidak dikenal, atau dikenal secara implisit saja (Sedyawati, 2012: 293)

Demikian pula dengan seni tari, tentu memiliki beberapa fungsi tertentu sesuai dengan penciptaan tari tersebut atau zaman ketika adanya seni tari tersebut. Pada umumnya fungsi tari yang ada di Indonesia antara lain berfungsi sebagai sarana upacara, hiburan dan pergaulan serta fungsi pertunjukan.

Berikut ini beberapa fungsi tari yang bisa kita pelajari yaitu :

a. Tari sebagai Sarana Ritual Upacara

Pengertian Tari menurut para ahli

Fungsi tari sebagai sarana upacara (ritual) ini merupakan fungsi tari yang paling tua. Beberapa daerah yang adat istiadatnya kuat menggunakan tari sebagai sarana upacara adat dan upacara keagamaan (Kusnadi,2009: 21).

Biasanya tari jenis ini diturunkan dari generasi ke generasi sehingga menjadi seni tari tradisional. Dalam perkembangan waktu, jenis tari tradisional yang pada saat awalnya berfungsi sebagai sarana upacara adat, lambat laun berubah menjadi hiburan semata.

Secara garis besar fungsi tari sebagai ritual memiliki ciri-ciri khas (Soedarsono, 2010: 126), yaitu :

  1. Diperlukan tempat pertunjukan yang terpilih, yang biasanya dianggap sacral;
  2. Diperlukan pemilihan hari serta saat yang terpilih yang biasanya juga dianggap sakral;
  3. Diperlukan pemain yang terpilih, biasanya mereka dianggap suci, atau yang telah membersihkan diri secara spiritual;
  4. Diperlukan seperangkat sesaji yang kadang-kadang sangat banyak jenis dan macamnya;
  5. Tujuan lebih dipentingkan dari pada penampilannya secara estetis; dan
  6. Diperlukan busana yang khas.

b. Tari sebagai Sarana Hiburan atau Pergaulan

Fungsi Tari Sebagai Hiburan dan Pergaulan

Fungsi tari selanjunya adalah sebagai sarana untuk menghibur atau kesenangan pelakunya. Jenis tarian ini biasa dikenal dengan nama tari pergaulan atau tari hiburan. Di masyarakat, jenis tarian ini biasanya berupa tari berpasangan antara putra dan putri (Kusnadi,2009: 22).

c. Tari sebagai Tontonan atau Pertunjukan

fungsi tari sebagai seni pertunjukan atau hiburan

Fungsi Tari selanjutnya adalah sebagai pertunjukan dimana sebuah tari disusun dengan tujuan utama untuk pertunjukan atau tontonan. Jenis tari inilah yang paling banyak dijumpai di masyarakat. Pertunjukan tari yang semula berfungsi sebagai sarana upacara banyak yang sudah dikemas sebagai tari pertunjukan. Dengan demikian tari-tari tersebut tercabut dari kesakralannya (Kusnadi,2009: 22, 24).

3. Unsur-unsur atau Elemen Dalam Seni Tari

Dalam suatu penyajian tari terdapat unsur / elemen-elemen yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya untuk membentuk satu kesatuan komposisi.

Adapun elemen atau unsur tari terdiri dari gerak, musik, tata rias, tata busana, properti, desain lantai dan tata pentas.

a. Gerak

Unsur Gerak didalam Seni Tari adalah peralihan atau perubahan tempat dari posisi yang satu ke posisi yang lain. Gerak tari adalah gerak indah, yaitu gerakan yang telah mengalami distorsi (perombakan) dan stilisasi (penghalusan) (Kusnadi, 2009: 2-3).

b. Musik

Unsur Musik dalam seni tari merupakan peran pendukung dalam tari itu sendiri. Fungsi musik dalam tari yaitu untuk memperkuat ekspresi gerak tari, ilustrasi, pemberi suasana, dan membangkitkan imaji tertentu pada penontonnya. Musik tari adalah salah satu bentuk musik khusus yang berbeda dengan komposisi musik yang didesain untuk pertunjukan mandiri. Ciri khususnya adalah selalu melekat dengan tarian yang diiringinya (Kusnadi, 2009: 6).

c. Tata Rias

Unsur Tata rias didalam seni tari merupakan kelengkapan penampilan penari untuk merias wajahnya. Tata rias bertujuan untuk membuat penampilan penari berbeda dengan kondisi sehari-hari, seperti menjadi lebih tua, lebih muda, atau menggambarkan menyerupai wajah hewan tertentu (Hidajat, 2011: 71).

Unsur tata rias didalam seni tari

d. Tata Busana

Tata busana atau kostum tari adalah perlengkapan yang dikenakan oleh seorang penari. Pemilihan busana tari biasanya didasarkan atas tema , pertimbangan artistik, serta keleluasaan penari dalam gerak (Kusnadi, 2009: 6). Warna kostum sangat penting untuk
memberikan suasana. Pemilihan warna didasarkan atas tema tari, karakteristik, penokohan, simbolisasi, dan efek psikologis.

tata busana didalam seni tari

Warna merah mengartikan tidak sabar dan keberanian, kewibawaan dan keagungan dapat disimbolkan dengan kostum berwarna kuning, untuk menunjukkan suasana tenang dan asmara dapat disimbolkan dengan warna biru, warna orange memberikan suasan ketabahan dan religius, kostum yang memakai warna hijau mengartikan karimastik dan kesetiaan, ada juga kostum tari yang menggunakan warna putih yang berarti kedamian dan kesucian, warna
ungu mengartikan tidak percaya diri dan kesombongan, sedangkan warna hitam berarti misterius dan kejahatan (Hidajat, 2011: 86-87).

e. Properti

Properti adalah perlengkapan dalam tari. Properti kadangkadang digunakan sebagai aksesoris penari. Properti dipilih dan digunakan berdasarakan tema yang dimainkan. Properti selalu dipilih yang harmonis dengan rias serta kostum yang dikenakan oleh penari (Kusnadi, 2009: 9)

elemen atau unsur properti didalam seni tari

f. Desain Lantai

Desain lantai adalah garis-garis di lantai yang dilalui oleh seorang penari atau garis-garis di lantai yang dibuat oleh formasi kelompok. Desain lantai terdiri atas garis lurus, dan garis lengkung yang telah diolah secara bervariasi menjadi bermacam-macam bentuk (Kusnadi, 2009: 9-10).

g. Tata Pentas

Tata pentas adalah tempat berlangsungnya pertunjukan. Berbagai bentuk pentas yang biasa dipergunakan untuk mempergelarkan tari, yaitu (Kusnadi, 2009: 11-12) :

g.1 Panggung Proscenium

Proscenium berasal dari bahasa Yunani proskenion; yaitu berasal dari kata pro berarti sebelum dan skene (scene) berarti pemandangan latar belakang (background) (Hadi, 2003: 31). Suatu panggung yang lantainya lebih tinggi dari penonton khususnya penonton bagian depan. Panggung proscenium adalah panggung konvesional yang banyak dijumpai diberbagai tempat di Indonesia. Ada dua bagian penting dalam bentuk pentas ini.Pertama adalah
stage (panggung berbingkai), yaitu panggung yang diberi bingkai tempat pertunjukan tari biasa dipergelarkan. Kedua adalah auditorium (tempat penonton), yaitu tempat untuk kursi-kursi penonton untuk menyaksiakan pergelaran. Antara stage dan auditoriumbiasa dipisahkan dengan layar depan yang bias dibuka dan ditutup.

g.2 Panggung Portable

Panggung portable hampir sama dengan panggung proscenium, perbedaanya terletak pada tidak adanya layar depan.

g.3 Pentas Arena

Pentas arena dapat dilakukan diluar maupun di dalam gedung pertunjukkan. Pada bentuk pentas ini, antara penari dan penonton tidak ada pembatasnya. Berdasarkan arah dari mana
penonton menyaksikan pertunjukan pentas arena dapat dibedakan menjadi tiga macam. Pertama arena tapal kuda yaitu, membentuk lingkaran yang terpotong seperti tapal kuda. Kedua arena 3/4 pentas yaitu penonton dapat menyaksikan dari tiga sisi yaitu, depan,
samping kiri, samping kanan. Ketiga arena penuh yaitu posisi penonton mengelilingi tempat pentas.

g.4 Panggung Terbuka

Panggung tebuka adalah suatu panggung yang dibuat tanpa atap dan tanpa dinding

g.5 Panggung Kereta (Mobile)

Panggung kereta adalah panggung keliling yang dibuat diatas kereta atau mobil untuk pentas keliling.

4. Jenis Tari

Jenis tari dapat dibedakan menjadi 2 kelompok besar yaitu jenis tari berdasarkan jumlah penarinya dan jenis tari berdasarkan genre tariannya. Berikut penjelasan mengenai jenis tari tersebut

a. Jenis Tari Berdasarkan Koreografi atau Jumlah Penarinya

Didalam sebuah pertunjukan tari, yang menjadi komponen utama adalah penarinya. Penari ini menentukan bagaimana tarian tersebut berjalan. Dari segi jumah penari, maka jenis tari dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :

  • Tari tunggal (solo)
    Sebuah tari seni yang dibawakan oleh satu orang penari. Baik itu penari laki-laki maupun perempuan. Contoh tari tunggal : Tari Gambir Anom asal Jawa Tengah.
  • Tari berpasangan (duet)
    Sebuah tari seni yang dibawakan oleh dua orang penari. Baik itu penari laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, ataupun campur laki-laki perempuan. Contoh tari berpasangan : Tari zapin, tari gambyong, tari golek menak.
  • Tari berkelompok (group)
    Sebuah tari seni yang dibawakan oleh banyak orang atau berkelompok. Penari biasanya lebih dari dua orang. Baik dilakukan dengan laki-laki semua, perempuan semua, ataupun campur laki-laki dan perempuan. Contoh tari berkelompok antara lain Tari Saman, Tari Payung, Tari Pasambahan, Tari Merak dll.
  • Tari Kolosal
    Berbeda dengan tari kelompok, tari kolosal dilakukan secara masal atau oleh beberapa kelompok secara bersamaan. Tarian ini biasanya dilakukan oleh setiap suku bangsa diseluruh daerah nusantara

b. Jenis Tari Berdasarkan Genre/Aliran Tarinya

Sebuah tari juga dapat dibedakan berdasarkan genre/aliran tarinya. Di Indonesia saat ini berkembang banyak jenis tari berdasarkan genre ini. Apa saja jenis tari berdasarkan genre/aliran tari? Simak penjelasannya dibawah ini :

b.1 Tari Klasik

Tari Klasik merupakan tarian yang lahir di lingkungan keraton, kemudian hidup dan berkembang sejak zaman feodalisme, dan di wariskan secara turun menurun pada kalangan bangsawan.

Tari klasik ini biasanya memiliki berbagai ciri yang khas di antaranya berpegang tegus terhadap paham tertentu (ada standarisasi), mampunyai nilai estetis yang tinggi dan makna yang dalam dan juga di hadirkan dalam penampilan yang serba mewah baik dari gerakan, riasan sampai dengan kostum yang di gunakan.

Beberapa contoh tari klasik di antaranya tari bedaya, srimpi, lawung ageng, lawung alit, Gathotkaca Gandrung, Bondabaya, Bandayuda, Palguna-palgunadi, Retna Tinanding, dan tari Srikandi Bisma.

b.1 Tari Rakyat (Folklasik)

Tari Rakyat adalah tarian yang di ciptakan atau lahir dari kebudayaan masyarakat lokal, hidup dan kemudian berkembang sejak zaman dahulu (primitive) lalu di teruskan secara turun menurun hingga sekarang.

Tari rakyat atau juga yang di sebut juga tari folklasik mempunyai ciri khas yakni menyesuaikan pada adat dan kebiasaan masyarakat dan memiliki gerak, rias, serta kostum yang sederhana.

Beberapa contoh tari rakyat adalah Tari Lengger, Tari Tayub, Tari Buncis,Tari Ndulalak, Sintren, Angguk, dan tari Rodat.

b.3 Tari Kreasi Baru

Tari kreasi baru merupakan tarian klasik yang di aransemen dan di kembangkan sesuai perkembangan zaman akan tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Tari kreasi baru biasanya di ciptakan oleh para ahli tari.

Demikian Sahabat Saku Ilmu, Informasi mengenai tari yang terdiri dari Pengertian Tari, Fungsi Tari, Unsur atau elemen didalam tari, serta pembagian jenis tari berdasarkan koreografi dan genre tarinya. Semoga informasi tersebut diatas, bermanfaat bagi Sahabat pelajar semua.

Jangan lupa bagikan artikel mengenai tari ini jika bermanfaat, Terimakasih.

Referensi : wikipedia.org

Pengertian Tari, Fungsi, Unsur dan Jenis-Jenis Tari

Satu tanggapan pada “Pengertian Tari, Fungsi, Unsur dan Jenis-Jenis Tari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas